Tips dan trik menulis proposal skripsi bagi mahasiswa IT yang masih awam (Part I).

tulisan in adalah penjelasan dari beberapa teman yang menanyakan hal seperti judul diatas. tulisan yang saya posting ini adalah pengalaman yang pernah saya lakukan. meskipun masih banyak kekurangan, saya berharap dapat membantu para adik-adik yang masih berjuang di bangku kuliah.ok..langsung aja ke laptop

Skripsi merupakan salah satu hal yang paling sulit di kerjakan oleh sebagian mahasiswa ketika sudah berada di semester akhir kuliah. Banyak mahasiswa yang pernah “curhat” kepada saya tentang susahnya menulis skripsi. Ada yang bingung bahkan ada yang tidak tau harus memulai dari mana menulis proposal skripsi. Sebenarnya jika kita browsing di google banyak tulisan maupun  blog yang mengulas teknik-teknik menulis skripsi. Mulai dari bagaimana menentukan judul sampai dengan bagaimana menulis kesimpulan dan saran. Dalam tulisan romi satria wahono tentang mudahnya menulis skripsi, telah cukup membantu para mahasiswa yang ingin menulis skripsi. Selain ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mahasiswa, juga disertai ilustrasi yang membuat kita  lebih paham trik memulai sebuah penulisan skripsi. Nah dalam tulisan ini, saya tidak akan mengulang kembali apa yang sudah di tulis oleh om romi, tapi yang akan saya jelaskan adalah bagaimana tips dan trik menulis sebuah proposal skripsi atau proposal penelitian bagi mahasiswa awam. Tips & trik ini adalah yang saya gunakan saat saya menulis beberapa proposal ilmiah saya.

Membuat Judul Skripsi

Salah satu kekeliruan yang dilakukan oleh kebanyakan mahasiswa  dalam memulai menulis proposal skripsi yaitu mencari judul terlebih dulu. Sebenarnya jangan judul yang kita cari terlebih dulu, tapi masalah apa yang akan digali dari penelitian tersebut. Sehingga judul skripsi merupakan solusi dari masalah/fenomena tersebut. Sebenarnya masalah/ fenomena bisa kita temukan disekitar kita. Nah kita bisa memulai dengan membuat pertanyaan-pertanyaan kecil yang menyangkut fenomena-fenomena tersebut. Misalnya :

Kenapa ya matematika adalah mata pelajaran yang paling dihindari rata-rata siswa sekolah ini..?

Kenapa ya nilai matematika dari rata-rata siswa di sekolah itu <80 ?

Bisa saja jawabnya adalah

  1. Rata-rata siswa malas menghitung menggunakan rumus-rumus rumit..
  2. Gurunya galak, selalu marah-marah kalo ga bisa ngerjain latihan soal.
  3. Rata-rata siswa malas berlatih soal matematika.

Kira-kira solusinya apa ya? Ternyata ada loh salah satu solusi untuk mengatasi itu, kita bikin saja perangkat bahan ajar multimedia untuk pelajaran matematika. Hah, maksudnya ? iya, kita bikin perangkat belajar multimedia untuk matematika, jadi pelajaran matematika itu kita buat dalam bentuk animasi, suara, dan efek-efek yang bisa menarik minat siswa untuk belajar matematika. Trus manfaatnya apa? Manfaatnya, siswa tidak harus belajar dengan duduk di kelas dengarkan guru ceramah, atau dengar guru bentak2 kalo kita ga bisa ngejawab soal-soal latihan J tapi bisa juga dikerjakan di rumah. Kita buat dalam bentuk permainan (game) sehingga siswa merasa enjoy, asyik untuk belajar matematika, supaya minat siswa  terhadap pelajaran matematika juga meningkat. Gimana masuk akal ga? Ok deh kalo gitu kita mulai menulis proposalnya.

Nah dari pertanyaan-pertanyaan kecil diatas, kita sudah bisa menentukan judul proposal skripsi kita. Tulisan-tulisan yang saya BOLD bisa dikonversikan menjadi  bahasa yang sedikit “ilmiah”. Jadilah kira-kira begini judul skripsi nya :

 “Perancangan aplikasi bahan ajar berbasis multimedia untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika”

Judul skripsi diatas akan saya bagi dalam 5 bagian untuk mempermudah kita dalam menulis latar belakang masalah.

Menulis latar belakang

Nah dari judul diatas, kita bisa mulai menulis latar belakang masalah pada proposal skripsi kita. Pada bagian latar belakang biasanya kita beberkan permasalahan atau fenomena yang terjadi terkait dengan judul yang ingin kita teliti. Mulai dari kenapa kita pilih judul ini, kenapa kita pake teori itu, kenapa kita pakai teknologi ini dan lainnya. Agar lebih mudah sebaiknya kita masukan unsur  5W+1H pada naskah latar belakang kita. Unsur ini bukan hal baru yang kita temui pada saat kuliah, tapi sebenarnya sudah kita pelajari sejak jaman sekolah SD, SMP hingga SMA. Namun karena berjalannya waktu yang cukup lama, maka memori otak kita mungkin sudah tidak mampu mengingat pelajaran-pelajaran sewaktu sekolah dulu termasuk unsur  5W+1H ini yang biasanya ditemui di pelajaran bahasa Indonesia J.

Kembali ke laptop…………………. J

Tapi sebelum menulis latar belakang, sebaiknya kita listing dulu, kira-kira apa masalah/fenomena yang terjadi sehingga kita memilih judul tersebut.  jika ada pertanyaan kenapa (why) kita memilih judul ini ? kira-kira bisa dijawab begini :

Contoh :

–          Rata-rata siswa kurang minat untuk  pelajaran matematika

–          Rata-rata siswa menghindari pelajaran berhitung terutama matematika

–          Rata-rata prestasi siswa untuk mata pelajaran matematika rendah

–          Pelajaran matematika adalah momok bagi sebagian siswa di SMA GAK JELAS ITU

Masalah/fenomena yang sudah kita listing akan dimasukan pada bagian paragraph yang akan menjelaskan 5W+1H.  karena masalah/fenomena tersebut adalah yang akan kita gunakan untuk menulis 5W+1H tadi. Misalnya : kenapa kita memilih judul ini : karena Rata-rata siswa kurang minat untuk  pelajaran matematika dan sebagainya.

Dibagian mana kita letakan 5W+1H.

Tidak ada format baku tentang bagaimana menulis latar belakang sebuah proposal ilmiah, tapi kira-kira inilah bentuk baku saya pada semua proposal ilmiah yang pernah saya ajukan J. Berdasarkan pengalaman saya,  5W + 1H biasanya saya tempatkan setelah paragraph yang menjelaskan tentang informasi-informasi umum.

 Contoh  5W + 1H :

  1. What (apa produknya ?) = aplikasi bahan ajar
  2. Why (mengapa kita memilih judul perancangan aplikasi, mengapa memilih berbasis multimedia……, dll)
  3. Where (dimana akan dilakukan penelitian tersebut?)= di sekolah ini, sekolah itu
  4. Who (siapa yang akan terlibat dalam penelitian tersebut?)= guru mata pelajaran matematika, siswa sekolah ini
  5. When (kapan penelitian akan dilaksanakan)= ?? J
  6. How (bagaimana peneltian dilaksanakan) = aplikasi akan dirancang menggunakan UML, kemudian metode pengumpulan data yang kita gunakan adalah survey dll……………

Kebiasaan saya,  when tidak wajib dijelaskan pada naskah latar belakang sebuah proposal ilmiah. Tetapi jika kita memiliki sebuah penjelasan yang masuk akal dan masuk nalar maka when dapat dicantumkan pada naskah latar belakang.

 

Mulai belajar menulis latar belakang

Sebaiknya kita mengawali tulisan kita di paragraph awal dengan menjelaskan hal yang sifatnya umum (luas) supaya pembaca diantar terlebih dahulu untuk membaca paragraph-paragraph membuka sekaligus bisa menambah wawasan pembaca.

Contoh :

Perkembangan teknologi informasi semakin pesat sehingga hampir semua aktifitas manusia menggunakan perangkat teknologi informasi. …………….

Paragraph berikutnya bisa ditulis mengenai hal-hal yang lebih khusus terutama yang berkaitan dengan judul/topic skripsi kita. Misalnya jika diparagraph awal  ditulis tentang bagaimana perkembangan teknologi informasi maka pada paragraph berikutnya bisa ditulis bagaimana perkembangan teknologi informasi  didunia pendidikan dan apa saja bentuk-bentuk fasilitas TIK didunia pendidikan,

Contoh :

salah satu contoh pemanfaatan perangkat teknologi informasi  dalam  dunia pendidikan adalah dengan banyaknya penggunaan fasilitas TIK untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah termasuk didalamnya adalah penggunaan bahan ajar berbasis multimedia  ……lembaga pendidikan yang paling banyak membutuhkan perangkat TIK ini didominasi oleh sekolah-sekolah menengah………….

(Di paragraph berikut ini mulailah ditulis dengan fenomena/masalah yang terjadi, kenapa merancang aplikasi bahan ajar untuk matematika, beberkanlanlah 5W +1 H pada bagian paragraph-paragraph dibawah ini. Tulisan Bold merupakan masalaj/fenomena yang sudah kita lisitng tadi )

Contoh :

Persoalan yang dihadapi oleh di sekolah-sekolah menengah saat ini adalah kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran matematika ataupun bidang pelajaran exata lainnya. Hal ini bisa dilihat dari berkurangnya jumlah siswa yang memilih jurusan Exata di sekolah menengah. Oleh karena itu perlu sebuah ide kreatif untuk meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah aplikasi bahan ajar berbasis multimedia…..

(pada bagian ini kita bisa cantumkan data-data untuk menguatkan penjelasan paragraph diatas. )

Jumlah siswa yang bolos pada pelajaran matematika di SMA GAK JELAS
Kelas/Tahun

2009

2010

2011

X

50

60

70

XI

30

40

50

XII

35

45

60

(Paragraph dibawah ini mulailah ditulis dengan bagaimana,dimana dan siapa yang terlibat pada penelitian akan dilakukan)

Contoh :

Aplikasi bahan ajar berbasis multimedia ini dikembangkan dengan menggunakan teknik-teknik animasi maupun ide cerita yang humoris dan dikemas dalam bentuk permainan sehingga siswa akan merasa lebih bersemangat dalam mempelajari matematika. ……………….(.di paragraph ini mulaihlah ditulis kenapa menggunakan multimedia, mengapa tidak yang lainnya)

Aplikasi bahan ajar berbasis multimedia yang akan dikembangkan ini akan disesuaikan dengan kurikulum sekolah maupun kurikulum yang telah ditentukan oleh kementrian pendidikan nasional. Pengembangan aplikasi akan melibatkan para guru mata pelajaran matematika di salah satu sekolah negeri di kampong ini…….sehingga aplikasi dapat dinilai langsung oleh para guru yang ahli di bidang matematika. Perancangan aplikasi akan menggunakan UML dan beberapa perangkat lunak pendukung sehingga animasi maupun audio visual lainnya dapat dibuat dengan menarik.

(Paragraph dibawah ini bisa diisi dengan harapan dan tujuan awal pelaksanaan penelitian ini.)

Contoh :

Dengan adanya aplikasi bahan ajar berbasis multimedia ini, maka diharapkan bertambahnya minat siswa untuk mengikuti pelajaran matematika………………

 

Keterangan : Tulisan berwarna merah bold pada tiap paragraph menggambarkan  adanya hubungan antara paragraph yang satu dengan yang lainnya..(ini yang saya maksudkan jangan sampai ada cegukan pada saat menyantap makanan lezat. J)

Begitu seterusnya sampai paragraph terakhir. Setiap paragraph menjelaskan hal yang semakin spesifik, namun terdapat hubungan antara paragraph yang dibawah dengan paragraph yang diatasnya. Jadi kalo dianalogikan,  jangan sampe ada polisi tidur pada saat kita mengendarai motor di track yang ada belokan, atau jangan sampai kita cegukan pada saat  menikmati makanan yang lezat🙂

Kesimpulannyooo

Dari total semua tulisan yang sudah dijelaskan, maka dapat ditarik kesimpulan yang dapat dilihat melalui gambar berikut ini.

nah dari gambar disamping, saya ingin jelaskan bahwa potongan-potongan warna bukan merupakan sebuuah paragraph, tapi bisa dikembangkan menjadi beberapa paragraph sesuai dengan ide dan perbendaharaan kata yang dimiliki penulis. Tapi gambar ini ingin menjelaskan kerangka-kerangka tulisan yang biasanya saya gunakan pada hampir semua proposal ilmiah saya. Gambar berbentuk piramida terbalik ini menjelaskan bahwa kita dapat menjelaskan sesuatu yang paling umum pada bagian yang berwarna merah hingga hal yang paling spesifik di bagian yang berwarna purple.

Saran

Penulisan sebuah naskah latar belakang pada proposal ilmiah sebaiknya tidak perlu mencatumkan kutipan-kutipan pustaka seperti pendapat penulis lain atau peneliti sebelumnya. Kita beberkan saja semua masalah-masalah atau fenomena yang kita dapatkan tetapi harus dipandang secara objektif, bukan subjektif. Yang dimaksud dengan objektif dalam sebuah karya ilmiah adalah adanya dukungan data-data yang bisa dijadikan fakta untuk menguatkan sebuah penjelasan tertentu. Misalnya pada salah satu paragraph diatas kita tampilkan data-data yang menggambarkan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika (data siswa bolos). Sedangkan yang dimaksud dengan subjektif adalah kita tidak boleh mencantumkan tulisan yang menjelaskan  menurut pendapat paman saya, anak sma negeri gak jelas itu suka membolos di mata pelajaran matematika, atau menurut adik teman pacar saya, nilai matematika rata-rata siswa di sma gak jelas dibawah 80.

Menulis latar belakang tidak perlu sampai berlembar-lembar, karena pembimbing/dosen penguji kita biasanya hanya ingin melihat inti dari permasalahan yang ada (5W + 1H yang sudah saya jelaskan tadi). Kebiasaan saya, menulis latar belakang cukup 2-3 page pada Microsoft Word. Kita tidak perlu menuliskan defenisi dari teori-teori yang akan kita gunakan, misalnya : Multimedia adalah perangkat Teknologi Informasi yang ……….., nah tulisan-tulisan seperti ini juga bisa kita tempat di bagian landasan teori yang biasanya ada di Bab II.

Ok, tidak terasa tulisan ini sudah demikian panjangnya, saya berharap tips yang saya tulis diatas dapat membantu teman-teman mahasiswa yang hendak mengajukan proposal skripsi. Ini adalah sebagian yang saya ingat pada saat masiih berjuang dikampus tercinta. Jika ada yang terlewatkan, maka akan saya tuliskan pada Part II nanti, tetapi setidaknya sebagian besar yang pernah saya alami sudah saya beberkan diatas. Tulisan ini diperuntukkan bagi teman-teman mahasiswa yang awam atau belum berpengalaman menulis proposal skripsi maupun karya ilmiah lainnya. Kepada teman-teman yang masih berjuang. Teruslah bersemangat , jangan menyerah seperti judul lagu (d’massiv) dan hadapi dengan senyuman (Dewa 19) karena perjuangan belum berakhir.