Pep Guardiola – The Best Young Coach

Putaran liga champion eropa sebentar lagi akan memasuki babak baru. setiap tim peserta yang berasal dari berbagai negara di eropa bersaing untuk mendapatkan pengakuan sebagai tim/klub terbaik di benua biru. dari sekian tim yang berlaga di liga tersebut, hanya ada beberapa tim yang menunjukan permainan berkualitas ala eropa (bukan ala indonesia). tidak ketinggalan tim-tim yang belum memiliki nama besar pun memberikan kejutan-kejutan di setiap laga liga champion eropa. sebut saja tim rubin kazan asal rusia. sebelum ada format baru liga champion eropa yang diprakarsai oleh michael platini sebagai presiden UEFA banyak yang tidak pernah mengenal tim ini. namun secara mengejutkan tim ini bisa mengalahkan salah satu tim kandidat juara liga champion yaitu FC Barcelona.  Kekalahan tersebut bagi klub sekelas barcelona merupakan sebuah pukulan yang teramat berat.  tapi bagi seorang Pep Guardiola kekalahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pelajaran terhadap anak-anak didiknya dan motivasi untuk meningkatkan kualitas melatih sebuah tim. pada musim lalu (2008-2009) Barcelona menggegam Treble Winner dibawah asuhan Coach Pep.  Setiap orang tidak pernah meyangka pelatih muda ini bisa memperoleh tiga 3 gelar pertamanya dalam satu musim yang bersamaan pada saat baru mulai meniti karir kepelatihannya.

Sebagai pelatih muda berusia 38 tahun, Pep sempat diragukan banyak orang awalnya. Apalagi saat itu prestasi Barca sedang menurun dibawah kepemimpinan Frank Rikjard, mereka tidak pernah juara dalam 2 musim terakhir. Namun sang presiden, Joan Laporta tidak terpengaruh dan terus memberi support walau di awal musim Barcelona hanya mampu mengoleksi 1 poin dari 6 laga awal. Sebuah start terburuk dalam sejarah Barca sejak tahun 1984.

Disinilah kita harus melihat bahwa tidak ada yang instant. Give people a chance to start what they have started dan kasih mereka otoritas penuh. Joan Laporta yang punya segudang pengalaman sebagai pemilik cukup memberi masukan tanpa intervensi. Kita bisa melihat banyak klub besar yang akhirnya runtuh karena campur tangan pemilik terlalu dominan. Lihat saja Newcastle United yang tahun ini kena degradasi dan keluar dari Premier League karena terlalu sering mengganti pelatih kepala. Salah satunya Kevin Keegan yang akhirnya mengundurkan diri karena terlalu banyak campur tangan pemilik.

Lantas bagaimana dengan hasil Pep Guardiola? Treble winner di tahun pertama melatih. Barcelona FC langsung memenangi Liga Spanyol, Piala Liga Spanyol dan Liga Champions. Pep Guardiola menjadi pelatih termuda yang pernah membawa timnya menang Liga Champions. Masuk Guinness Book of Record 2009 harusnya ya😉 Saya yakin ada kerja keras dan creativity di balik kesuksesan Pep Guardiola.

Mungkin begitulah saat seorang muda diberi kesempatan, banyak yang meragukan sehingga ada semacam double energi yang dilakukan untuk membuktikan keraguan tersebut salah.

Kisah sukses para “Young on Top” ini membuka mata banyak pimpinan/pejabat  untuk memberi kesempatan pada orang muda untuk memimpin. Bersiaplah… kesempatan datang tak terduga. Pep Guardiola adalah pelatih tim yunior Barcelona. Siapa yang menyangka saat prestasi Frank Rikjard menurun, Pep yang diberi kesempatan menggantikannya menjadi pelatih kepala Barcelona FC.

So please get yourself ready, starting from today my friend…

http://yorissebastian.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s