Kampus Jadi Pusat Bimbingan Kewirausahaan

Sumber daya manusia berjiwa kewirausahaan merupakan syarat penting terciptanya paradigma perekonomian yang berbasis ilmu pengetahuan. Kampus ikut bertanggung-jawab memberikan bimbingan, arahan, dan stimulus untuk melahirkan insan-insan kreatif ini.Kesimpulan itu mencuat di dalam acara One Day Technopreneurship Workshop yang diselenggarakan di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Kamis (27/3).

Acara yang difasilitasi Recognition and Mentoring Program (RAMP) Indonesia, lembaga invensi dan inovasi yang bermarkas di Institut Pertanian Bogor, ini diikuti ratusan mahasiswa Unpad, Universitas Pasundan, dan Universitas Wiyana Mukti.

Melalui acara workshop sehari ini, mahasiswa diperkenalkan cara berkreasi dan berinovasi sebagai kunci menjadi technopreneur (wirausahawan pemanfaat teknologi tepat guna untuk menghasilkan produk atau jasa kreatif). Mereka diajarkan cara terefektif menuangkan ide atau gagasan inovatif untuk memulai bisnis, menganalisis peluang pasar, membuat rencana bisnis, memilih pola kerjasama, hingga trik mencari dana.

Menurut Project Officer Student Technopreneurship Program RAMP Indonesia Ono Suparno, teknologi yang baik adalah yang bisa memberi nilai tambah kepada produk atau jasa. Bukan kecanggihan, kerumitan, atau kegunaannya. Sehingga, inovasi menjadi kata kuncinya. “Bisnis yang tidak inovatif hanya tinggal menunggu kehancurannya suatu saat nanti,” ucapnya.

Ia berpendapat, semangat kewirausahaan paling efektif ditumbuhkan di kampus. Di IPB, upaya ini salah satunya dikongkritkan lewat mata kuliah kewirausahaan. Dalam mata kuliah ini, tiap mahasiswa disuruh membuat list 100 mimpi. Namanya drea mwork. Salah satunya diupayakan menjadi bisnis nyata, tuturnya. Tidak berhenti di situ, RAMP mengagas program I-STeP (Insentif Student Technopreneurship Program).

Program yang bergulir sejak 2006 ini memfokuskan kegiatan pada bimbingan dan pelatihan bagi mahasiswa-mahasiswa terpilih yang lolos seleksi pengajuan proposal. Dari seleksi itu, proposal yang terbaik dapat memenangkan hibah dana venture hingga Rp 450 juta.

Program yang didanai The Lemelson Foundation ini memfokuskan inovasinya pada bidang pengadaan air bersih dan energi alternatif, kesehatan, pertanian, dan pengolahan keanekaragaman hayati. Tahun lalu, program ini diikuti 17 perguruan tinggi se-Indonesia.
Yulvianus Harjono (http://www.kompas.com)

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s