Business Intellegence

bismartsimage.jpg

Business intelligence dikategorikan sebagai aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu penggunanya mengambil keputusan bisnis secara lebih baik. Aplikasi ini mencakup aktivitas sistem pendukung keputusan, query, reporting, online analytical processing (OLAP), statistical analysis, forecasting, dan data mining. Singkat kata, BI dibutuhkan untuk mengubah data mentah menjadi informasi pendukung pengambilan-keputusan perusahaan dan proses bisnis. Tujuan business intelligence adalah mengurangi volume data agar menjadi informasi yang berguna: profile customer, kebiasaan berbelanja, tingkat profitabilitas produk, dan strategi kompetitif. Seringkali ini dilakukan dengan menggunakan analisis tingkat lanjut untuk “menggali” volume data agar mendapat hubungan dan wawasan penting dalam data. Dengan business intelligence data diringkas menjadi laporan untuk berbagi informasi dengan orang di dalam dan di luar organisasi.
bi_cycle.jpg

Istilah BI sendiri entah itu dari vendor atau dari dunia pendidikan
saya tidak terlalu peduli. Mengapa? Karena istilah tersebut bagi saya
cukup mudah dan merangkum semua jargon-jargon yang menurut saya malah
membingungkan: ada Knowledge and Data Engineering, Decision Support
System, Executive Information System, Performance Scorecard, ETL,
Data Warehousing, Data Mining, dsb.

Saat ini, business intelligence umumnya difokuskan pada data customer sebuah perusahaan, data layanan dan produk, dan data kampanye pemasaran. Pengetahuan (knowledge) customer, pasar, dan penawaran pasar merupakan hal penting dalam menentukan sukses dalam Ekonomi Pengetahuan. Yaitu, sebuah ekonomi yang dipengaruhi informasi, penerapan wawasan ke dalam informasi tersebut untuk menjaga keuntungan kompetitif, dan meningkatkan pangsa pasar serta profitabilitas.

Penerapan business intelligence merupakan jantung sistem Knowledge Economy–sistem bisnis yang difokuskan pada pengumpulan, penganalisisan, dan penggunaan bersama informasi yang dipelajari organisasi tersebut mengenai proses bisnis penting, dan “praktek terbaik” dalam kegiatan operasional.

Faktor penting dalam Knowledge Economy adalah kecepatan dalam mencapai pasar (speed to market), fleksibilitas beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan customer, pilihan produk yang lebih banyak bagi customer, dan pencarian cara inovatif dalam mengelola suplai dan secara efisien menyediakan produk dan layanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s