Menilai Kualitas Perangkat Lunak

KUALITAS PERANGKAT LUNAK:
Definisi, Pengukuran dan Implementasi
(Studi kasus dalam open-source software)
Oleh: Imam Yuadi (91 06 205 401)
Definisi
Berbagai macam definisi kualitas perangkat lunak (software quality)
tergantung dari mana pemakai (user) memandang dan melihat sesuai dengan
kebutuhannya. Menurut Crosby (1979:34) mendefinisikan kualitas atau mutu
sebagai “conformance to requirements”. Selama seseorang dapat berdebat tentang
perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan kemauannya, definisi kualitas harus
mempertimbangkan perspektif pemakai tersebut. Kunci utama pertanyaan untuk
sebuah definisi kualitas adalah siapa pemakainya, apa yang penting bagi mereka
dan bagaimana prioritasnya tentang metode apa yang dibangun, dibungkus untuk
mendukung sebuah produk?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mengenali herarki dari
kualitas perangkat lunak. Pertama, suatu produk perangkat lunak harus
menyediakan fungsi suatu jenis dan waktu yang sama ketika pemakai
memerlukannya. Kedua, produk harus berjalan. Jika produk memiliki kecacatan
maka produk tersebut tentunya tidak ada konsistensi kelayakan. Para pemakai
tidak akan menggunakannya dengan mengabaikan atribut-atribut yang
menyertainya. Hal tersebut tidak berarti bahwa kecacatan selalu menjadi prioritas
yang paling utama dalam menolak suatu produk tetapi akan menjadi sangat penting
dalam melihat layak atau tidaknya. Jika tingkatan cacat minimum belum dicapai
maka berbagai hal tidak ada yang perlu dipertimbangkan. Di luar ambang kualitas
tersebut, bagaimanapun juga sesuatu yang berhubungan dengan pertimbangan dan
penilaian cacat suatu produk perangkat lunak seperti halnya kegunaan, kecocokan,
kemampuan, dan lainnya tergantung pada pemakai tersebut memandang dan
menilainya termasuk didalamnya aplikasinya dan lingkungan software yang
menyertainya (Humphrey, 1994).
The Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) mendefinisikan
kualitas sebagai “the degree to which a system, component or process meets
customer or user needs or expectations” (IEEE90). Definisi dari IEEE digunakan
dalam konteks suatu sistem perangkat lunak secara rinci. kualitas adalah suatu
atribut dari sistem yang berjalan yang sangat erat kaitannya dengan resiko.
Semakin tinggi resiko yang didapatkan dan kemudian dikuranginya maka akan
tinggi kualitas yang dihasilkannya. Dengan cara yang sama, lebih cepat resiko
dikenali dan dikurangi, akan lebih tinggi pula kualitasnya. Hasil dari sebuah
aktivitas yang terencana, bukan kejadian yang spontan berbanding terbalik dengan
delivery date 85% kesalahan ada pada proses,15% pada pada SDM.
Menurut definisi dalam Steve McConnell’s Code Complete membagi
perangkat lunak ke dalam dua hal yaitu: : internal dan external quality
characteristics. Karakteristik kualitas eksternal merupakan bagian-bagian dari
suatu produk yang berhubungan dengan para pemakainya, sedangkan karakteristik
kualitas internal tidak secara langsung berhubungan dengan pemakai.
Software Quality didefinisikan sebagai: kesesuaian yang diharapkan pada semua
software yang dibangun dalam hal fungsi software yang diutamakan dan unjuk
kerja software, standar pembangunan software yang terdokumentasi dan
karakteristik yang ditunjukkan oleh software. Definisi ini menekankan pada 3 hal
yaitu:
  1. kebutuhan software adalah fondasi ukuran kualitas software, jika software    tidak sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan maka kualitaspun kurang
  2.  jika menggunakan suatu standar untuk pembangunan software maka jika software tidak memenuhi standar tersebut maka dianggap kurang berkualitas
  3. seringkali ada kualitas yang secara langsung diutarakan (tersirat) seperti kemudahan penggunaan dan pemeliharaan yang baik. Kualitas software dipertanyakan jika tidak memenuhi kebutuhan ini.

Sedangkan definisi kualitas menurut The International Standards
Organization (ISO) mendefinisikannya sebagai: “the totality of features and
characteristics of a product or service that bear on its ability to satisfy specified
or implied needs [11].” ISO menyoroti pada fitur-fitur dan karakteristik dari produk
atau layanan dalam kemampuannya memenuhi kebutuhan yang ditentukan.
menyediakan model yang berbasikan obyek dalam 3 konteks dasar yaitu: quality,
requirements dan characteristics. Standar dapat membantu mendefinisikan suatu
terminologi, seperti halnya kata “kualitas” (quality). Meskipun demikian, rata-rata
suatu kata tertentu tidak menggunakan standar adalah sering sesuai dengan arti
yang dimaksud. Hal ini juga benar untuk definisi ISO 8204 untuk mutu:
“Keseluruhan karakteristik dari suatu kesatuan dalam kemampuannya untuk
memenuhi dan memuaskan pemakai yang dinyatakan dan disiratkan dalam suatu
kebutuhan.“ Makna tersebut artinya, diperlukan suatu kualitas produk perangkat
lunak yang mempunyai karakteristik tertentu yang dihubungkan dengan kebutuhan
pemakai dan membuat puas penggunanya.
Kualitas perangkat lunak adalah keberadaan karakteristik dari suatu produk
yang dijabarkan dalam kebutuhannya, artinya kita harus melihat terlebih dahulu
karakteristik-karakteristik apa yang berhubungan atau tidak dengan kebutuhankebutuhan
yang diiinginkan oleh pemakai. Karakteristik yang dimaksud yaitu
contra-productive characteristics dan neutral characteristic. Mengetahui
karakteristik tersebut diperlukan untuk mengurangi kontra produktif dari kualitas
perangkat lunak yang dimaksud dan relevan atau tidak perangkat lunak tersebut
untuk kebutuhan suatu organisasi. Tidak hanya adanya keberadaan karakteristik
tersebut tetapi juga tidak adanya kontra produktif dari suatu karakteristik dari
suatu perangkat lunak yang diinginkan (Petrasch, 1999: 2).
Kebutuhan dan karakteristik berperan penting dalam mendefinisikan suatu
kualitas. Oleh karena itu, suatu model yang berbasiskan obyek bermanfaat dalam
pemahaman yang lebih baik untuk masalah ini. Gambar di bawah menunjukkan
suatu produk perangkat lunak, dimana untuk memenuhi suatu kebutuhan
diperlukan karakteristik yang sesuai. Keberadaan hubungan antara kebutuhan dan
karakteristik menjadikan dimungkinkannnta statemen yang jelas tentang kualitas
suatu produk.

kualitas1.jpg

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam kualitas perangkat lunak adalah
quality assurarance (QA) yang merupakan cctivity of providing evidence needed to
establish confidence mong ll concerned,that quality-related activities are being
performed effectively (J.M.Juran). Selain itu harus adanya software quality
management (SQM). Tujuan dari SQM adalah untuk mengembangkan suatu
pemahaman kuantitatif dari kualitas proyek produk perangkat lunak dan mencapai
tujuan spesifik kualitasnya yang digambarkan dalam table sederhana berikut:

kualitas2.jpg

Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak
Sistem dari kualitas perangkat lunak terintegrasi dalam tiga disiplin aplikasi
yaitu: pemodelan proses pengembangan (process), pemodelan pengukuran produk
(product), dan pemodelan manajemen dan interaksi manusia (human). Pemahaman
suatu disiplin melibatkan pembangunan model, pengujian model dan pelajaran
untuk dipahami dalam aplikasi yang nyatal. Pengembang kualitas prima perangkat
lunak harus berhadapan dengan unsur-unsur matriks berikut:
Model [M] [M*PROCESS] [M*PRODUCT] [M*HUMAN]
Testing [T] Process Product Human = [T*PROCESS] [T*PRODUCT] [T*HUMAN]
Data [D] [D*PROCESS] [D*PRODUCT] [D*HUMAN]
Unsur-unsur perangkat lunak utama dari sistem kualitas perangkat lunak
ditunjukkan pada gambar di bawah. Pengintegrasian dari semua unsur-unsur sistem
kualitas memerlukan suatu model. Permasalahannya untuk diperbaiki oleh dua
model berikut (1) penanganan kompleksitas dalam disiplin dari sistem kualitas dan
ENTRY
 Kebijakan untuk
memanage mutu proyek
yang telah dijabarkan
 Kecukupan sumber daya &  pembiayaan
 Pelatihan untuk individu dalam menerapkan atau mendukung aktifitas SQM
 Training untuk peserta
 Prosedur

TASK
 Pengembangan rencana proyek SQM
 Pelaksanaan aktifitas dalam rencana SQM
 Tujuan kualitas proyek yang dijabarkan,memonitor dan meninjau kembali sepanjang life cycle.
 Tujuan kualitas dialokasikan sewajarnya untuk sub kontraktor

VERIVICATION
 Peninjauan ulang denganmanajemen senior
 Peninjauan ulang dengan manajer proyek
 Review / audit oleh SQA
 Pengukuran status aktifitas SQM

EXIT
 Aktifitas SQM terencanakan
 Tujuan kualitas pengukuran dan prioritasnya terdefinisikan
 Kemajuan kearah tujuan kualitas terukur dan teratur unsur-unsurnya dan (2) penunjukan beberapa kelemahan dari model existing process.
Kompleksitas proses pengembangan dan dokumentasinya serta perubahan
dokumentasi selama pemeliharaan adalah permasalahan penting dalam
peningkatan kualitas. Dokumentasi yang dievaluasi sering sangat banyak dan
kompleks. Oleh karena itu, hubungan kompleksitas antara produk data teknis,
dokumentasi perencanaan, pengujian kebutuhan dan tahapan unsur-unsur life cycle
pengembangan yang berbeda mengakibatkan dokumentasi ini sulit untuk dievaluasi
dalam meyakinkan semua aktivitas telah cukup dikerjakan. Dokumentasi
menyediakan komunikasi antar semua kelompok terkait dengan pengembangannya
dan kendali proses proyek tersebut. Schweiggert mencatat beberapa pertimbangan
untuk krisis dokumentasi:
“Software in the application process must be constantly adapted and altered. The
maintenance programmer usually does not have the time alteration to
documentation. Often suitable tools are not available either. This causes the
quality of documentation to suffer”
Metoda tradisional untuk verifikasi kualitas, seperti checklist bisa gagal
dalam proses pengembangan software yang kompleks. Audit dan review tidak bisa
dilakukan tanpa menggunakan bantuan dan alat yang membantu mengidentifikasi
pemenuhan standar dan prosedur. Lebih dari itu, kompleksitas proses
pengembangan dan perubahan yang tak terkontrol dari unsur-unsur proses secara
negatif berdampak pada kualitas. Lifecycle pengembangan software yang berbeda
dapat diusulkan. Hal ini dapat memungkinkan adanya perbedaan motivasi,
kekuatan dan kelemahan. Tidak ada model lifecycle yang universal disesuaikan
dengan lingkungan pengembangannya. Dalam model lifecycle tradisional, hubungan
antara tahapan unsur-unsur lifecycle pengembangan software yang berbeda
tidaklah cukup terwakili. Oleh karena itu, sulit untuk menguraikan efek segala
perubahan dalam kebutuhannya yang ditetapkan atas kualitas, keselamatan dan
sasaran hasil dari perangkat lunak. Lebih dari itu, keberadaan komputer dapat
membantu untuk aplikasi model proses yang tidak fleksibel dan sulit untuk
ditangani karena kekompleksitasnya. Dalam lifecycle pengembangan software,
identifikasi hubungan antara kelompok organisasi sangat penting untuk beberapa
pertimbangan berikut: (1) Pengembangan Proses harus berhadapan dengan
kompleksitas dan perubahan kebutuhan, pengujian metoda, teknologi, ukuran dan
lain lain; (2) Kesalahan perangkat lunak yang dihasilkan baik dalam suatu tahapan
proses pengembangan software maupun sebagai alat penghubung antara dua
tahapan; (3) Dukungan kuat dari manajemen puncak merupakan suatu faktor utama
dalam mempengaruhi proses pengembangan tersebut.
Menururut Wahono (2006), Deras masuknya produk perangkat lunak dari luar
negeri di satu sisi menguntungkan pengguna karena banyaknya pilihan produk dan
harga. Namun di sisi lain cukup mengkhawatirkan karena di Indonesia tidak ada
institusi yang secara aktif bertugas membuat standard dalam pengukuran kualitas
perangkat lunak yang masuk ke Indonesia. Demikian juga dengan produk-produk
perangkat lunak lokal, tentu akan semakin meningkat daya saing internasionalnya
apabila pengembang dan software house di Indonesia mulai memperhatikan
masalah kualitas perangkat lunak ini.
Kualitas perangkat lunak (software quality) adalah tema kajian dan
penelitian turun temurun dalam sejarah ilmu rekayasa perangkat lunak (software
engineering). Kajian dimulai dari apa yang akan diukur (apakah proses atau
produk), apakah memang perangkat lunak bisa diukur, sudut pandang pengukur dan
bagaimana menentukan parameter pengukuran kualitas perangkat lunak.
Bagaimanapun juga mengukur kualitas perangkat lunak memang bukan
pekerjaan mudah. Ketika seseorang memberi nilai sangat baik terhadap sebuah
perangkat lunak, orang lain belum tentu mengatakan hal yang sama. Sudut pandang
seseorang tersebut mungkin berorientasi ke satu sisi masalah (misalnya tentang
reliabilitas dan efisiensi perangkat lunak), sedangkan orang lain yang menyatakan
bahwa perangkat lunak itu buruk menggunakan sudut pandang yang lain lagi
(usabilitas dan aspek desain).
Apa yang diukur?
Pertanyaan pertama yang muncul ketika membahas pengukuran kualitas
perangkat lunak, adalah apa yang sebenarnya mau kita ukur. Kualitas perangkat
lunak dapat dilihat dari sudut pandang proses pengembangan perangkat lunak
(process) dan hasil produk yang dihasilkan (product). Dan penilaian ini tentu
berorientasi akhir ke bagaimana suatu perangkat lunak dapat dikembangkan sesuai
dengan yang diharapkan oleh pengguna. Dari sudut pandang produk, pengukuran
dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Parameter dan metode pengukuran menurut Kelvin dalam Wahono (2006),
When you can measure what you are speaking about, and express it in numbers,
you know something about it. But when you can not measure it, when you can not
express it in numbers, your knowledge is of a meagre and unsatisfactory kind.
Pendekatan engineering menginginkan bahwa kualitas perangkat lunak ini dapat
diukur secara kuantitatif, dalam bentuk angka-angka yang mudah dipahami oleh
manusia. Untuk itu perlu ditentukan parameter atau atribut pengukuran. Menurut
taksonomi McCall, atribut tersusun secara hirarkis, dimana level atas (high-level
attribute) disebut faktor (factor), dan level bawah (low-level attribute) disebut
dengan kriteria (criteria). Faktor menunjukkan atribut kualitas produk dilihat dari
sudut pandang pengguna. Sedangkan kriteria adalah parameter kualitas produk
dilihat dari sudut pandang perangkat lunaknya sendiri. Faktor dan kriteria ini
memiliki hubungan sebab akibat (cause-effect). Tabel berikut menunjukkan daftar
lengkap faktor dan kriteria dalam kualitas perangkat lunak menurut McCall

kualitas3.jpg

3 comments

  1. mas ada contoh instrumen(/angket untuk diberikan ke penguji ahli media) berdasarkan teori mccall diatas..aku bingung ni kaya ap contohnya..kalo diatas kan perhitungannya.

    jadi gini kasusnya aku punya project nah project itu berupa aplikasi..masalahnya untuk mengetahui kelayakan aplikasi itu harus uji pake teori mccall.yang di uji oleh ahli media. bentuk angket penilaiannya ky gimana ya mas..yg di uji correctnes, reliability, dan testability..
    mohon bantuannya..
    kirim ke email ku ya mas…plis
    (manager_13@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s