Mekanisme Pergerakan Wasit Futsal

Futsal merupakan sebuah olahraga yang memerlukan kecerdasan setiap pemainnya. selain basket olahraga futsal merupakan salah satu olahraga yang mengharuskan pemainnya bergerak secara cepat. cepatnya pergerakan setiap pemain dalam olahraga ini menuntut wasit yang memimpin pertandingan harus lebih jeli dalm memimpin sebuah pertandingan. seperti yang telah kita ketahui bahwa futsal dipimpin oleh 3 orang wasit. disini simbol2 wasit saya R1,R2,R3. R1 merupakan wasit utama, artinya apabila terjadi perbedaan keputusan antara dua orang wasit pada saat memimpin sebuah pertandingan futsal, maka wasit R1 yang memiliki kewenangan penuh untuk mengluarkan keputusan. R2 adalah wasit lainnya yang bertugas pada sebuah pertandingan futsal. tugas dari kedua wasit ini sama. tidak seperti pada permainan sepak bola, tugas dari hakim garis dan wasit utama berbeda. Sedangkan R3 merupakan wasit yang bertugas untuk mengontrol sebuah pertandingan, mengontrol waktu pertandingan dan mengontrol proses time out, serta pergantian pemain. untuk tugas dan kewajiban seorang wasit futsak mungkin teman-teman dapat membacanya kembali di Futsal Law Of The Game yang diterbitkan oleh FIFA . pada artikel kali ini saya akan menjelaskan bagaimana pergerakan (mekanik) setiap seorang wasit futsal pada saat memimpin sebuah pertandingan futsal.

Posisi Diagonal dan Kick OFF

sebuah pertandingan futsal dipimpin oleh dua irang wasit yang memiliki tugas yang sama. Yang disebut dengan wasit utama (R1) adalah yang wasit berposisi berhadapan dengan meja official (penjaga waktu, R3), sedangkan R2 berposisi sejajar dengan meja official (R3).

Posisi wasit pada pertandingan futsal harus Diagonal

Posisi kedua wasit R1 dan R2 ini harus diagonal, sama halnya dengan mekanik wasit sepak bola yaitu posisi wasit utama harus diagonal dengan kedua hakim garis. dengan tujuan untuk dapat mengamati pergerakan/tindakan yang dilakukan pemain apabila pelanggaran terjadi. Namun pada permainan futsal yang berhak meniupkan peluit kick off adalah wasit R1. peluit dibunyikan setelah ada tanda dari wasit ketiga bahwa pertandingan siap dimulai. pada saat Kick Off posisi R1 tepat berada di garis tengah lapangan sedangkan posisi R2 berada pada posisi diagonal ke arah bola penyerang.

Posisi Wasit pada Saat Kick Off

Kick In (Tendangan Kedalam)

Posisi wasit pada saat kick in adalah, wasit harus menempatakan posisinya berdekatan dengan pemain yang akan menendang bola kick in. sedangkan wasit lainnya berada pada daerah kemana arah bola diserang. posisi wasit tetap diagonal.

Posisi Wasot pada saat Kick In

Pada gambar diatas, R1 berada berdekatan dengan pemain yang akan melakukan kick in, tugas R1 adalah mengontrol apakah kick in dilakukan dengan benar oleh pemain tersebut. sedangkan posisi R2 diagonal pada arah kemana bola penyerang.

Corner Kick (Tendangan Sudut)

Pada saat terjadi tendangan sudut posisi kedua wasit adalah salah satu wasit yang berdekatan dengan area tendangan sudut harus berada pada garis Base line untuk mengontrol apakah bola telah meninggalkan permainan ataukah belum. Sedangkan wasit lainnya mengambil posisi diagonal yang bertugas mengontrol pergerakan pemain pada saat tendangan sudut dilakukan.

Posisi wasit pada saat Corner Kick

Gambar diatas menjelaskan tendangan sudut dilakukan pada area R2, oleh karena itu R2 harus menempatkan posisi tepat sejajr dengan base line, serta bertugas untuk mengontrol bola pada saat ditendang oleh pemain dan mengontrol pemain pada saat menendang bola. sedangkan posisi R1 berada diagonal dengan R2 yang bertugas untuk mengontrol pergerakan pemain.

Goal Clearance

Apabila terjadi Goal Clerance maka wasit yang terdekat dengan penjaga gawang yang melakukan goal clearnce harus menempatkan posisinya berada sejajar dengan titik penalti. sedangkan wasit lainnya berada di area pertahanan lawan.

Posisi wasit pada saat Goal Clearence

Gambar diatas menunjukan bahwa R1 berada sejajar dengan titik penalti penjaga gawang, sedangkan R2 berada diagonal ke arah bola yang akan diserang.

Free Kick (Tendangan Bebas)

Jika terjadi tendangan bebas, maka wasit yang berdekatan dengan bola/area tendangan bebas dilakukan bisa menempatkan posisinya pada area di belakang penendang. Sedangkan wasit lainnya menempatkan posisinya pada area Goal line dimana arah bola akan di tendang.

Posisi Wasit pada saat Free Kick

Gambar diatas menjelaskan, Tendangan bebas dilakukan di daerah yang berdekatan dengan R2, oleh karena itu R2 menempatkan posisinya dibelakang penendang. sedangkan R1 berada sejajar dengan base line untuk mengontrol apabila terjadi gol pada saat tendangan bebas dilakukan dan juga mengontrol pergerakan pemain pada saat tendangan bebas dilakukan.

Pelanggaran Akumulasi (6x Foul)

Pada tendangan pelanggaran yang diakumulasikan, wasit utama (R1) harus berada pada base line (Goal Line) tugas dari R1 adalah untuk memastikan bola tidak dipasing ke teman sebelum bola di tendang ke arah gawang serta juga memastikan pejaga gawang tidak diganggu oleh pemain lainnya. Sedangkan R2 berada sejajar dengan titik penalti ke-2, dengan tugas untuk mengontrol posisi pemain lainnya untuk tetap berada di belakang penendang atau sejajar dengan penendang.

ilustrasi.

Posisi Wasit pada saat pelanggaran akumulasi

Wall Management (Mengatur Tembok Pertahanan)Ppada saat pelanggaran terjadi, tim bertahan diperbolehkan membuat tembok pertahanan untuk menghalangi bola. Pada proses ini salah satu wasit yang berada di dekat bola harus mengatur tembok pertahanan yang dibuat tin bertahan. Wasit ini bertugas untuk mengontrol apakah pemain yang membuat tembok pertahanan tidak melakukan pelanggaran serta mengontrol penendang bola apakah melakukan pelanggaran pada saat menendang. sedangkan posisi wasit lainnya yaitu berada pada goal line untuk mengonrol area di tim bertahan. Jika terjadi serangan balik maka wasit ini yang akan bergegas menuju arah serangan bola.

Ilustrasi berikut menjelaskan R1 berada pada area bola penendang dan tembok pertahanan. yang memiliki hak untuk meniupkan peluit adalah R1, sedangkan R2 berada pada posisi goal line. Jika terjadi serangan balik maka R2 yang bertugas untuk bergegas menuju daerah pertahanan bola yang diserang.

Posisi Wasit pada saat wall management

Penalty Kick (Tendangan Penalti)

Pada saat tendangan Penalty dilakukan, Wasit utama harus berada sejajar dengan titik penalti dan bertugas meniupkan peluit tanda tendangan bisa dilakukan, Sedangkan wasit lainnya berada di goal line untuk mengontrol bola pada saat menuju arah gawang serta mengontrol pergerakan pemain setelah tendangan penalti dilakukan.

illustrasi berikut merupakan mekanik wasit pada saat tendangan penalti dilakukan.

Posisi wasit pada saat Tendangan Penalti

semoga bermanfaat,

About these ads

11 responses to “Mekanisme Pergerakan Wasit Futsal

  • natta

    kalo posisi wasit sama hakim garis di sepak bola waktu tendangan sudut gimana????

    • janeman

      maaf, saya bukan wasit sepak bola. tapi pada dasarnya untuk penempatan posisi untuk wasit futsal maupun sepak bola adalah harus diagonal.

      untuk penempatan posisi wasit sepakbola pada saat tendangan sudut, hakim garis berada sejajar dengan garis base line (garis gawang) dan memperhatikan posisi pemain, penempatan bola pada saat tendangan sudut dilakukan. sedangkan wasit fokus pada pergerakan pemain penyerang maupun bertahan.
      mungkin bisa seperti itu.

      terima kasih sudah mampir

  • Rendy Erwantoko

    terimakasih infonya…
    oiya kalo ada info tentang penataran wasit futsal, mohon infonya juga, makasih..

  • janeman

    siap.. saya akan beritahukan info. apabila aada kursus wasit

  • herry

    salam sejahtera, mau tanya dunk mas pelanggaran akumulasi itu sampai 5x apa 6x ya? ko ada yg menerapkan 5x itu dititik pinalti ke 2 dan pelanggaran ke 6 itu titik pinalti yg ke-1
    lalu pertanyaan ke-2 bagaimana jika pelanggaran ke-7,8,9 dst? apakah setelah pelanggaran ke-6 akumulasi kembali lagi menjadi 0 ? atau setiap pelanggaran selanjutnya berbuah pinalti? terima kasih

    • janeman

      #hendry : pelanggaran akumulasi itu jika pelanggaran sudah 5x, nah begitu pelanggaran ke enam akan kena hukuman penalti ke-2 (10 meter) kemudian jika terjadi pelanggaran lagi setelah itu maka akan kena penalti ke-2 lagi dan seterusnya..pelanggaran akan di reset jika sudha pergantian babak.

    • candra

      akumulasi 5x pelanggaran langsung dalam 1 babak, apabila terjadi pelanggaran langsung setelah 5x maka tim dapat memilih akan melakukan dari titik terjadi pelanggaran atau titik penalti ke-2, apabila memilih melakukan tendangan dari titik terjadi pelanggaran maka tidak boleh ada pagar hidup.
      dan berlaku untuk pelanggaran langsung selanjutnya selama babak itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: